Prisma

Picture of Boediono

Boediono

lahir di Blitar, 25 Februari 1943, adalah dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Mendapat gelar Bachelor of Economics (Honours) dari University of Western, Australia (1967); Master of Economics dari Monash University (1972) dan Doctor of Philosophy dalam Business Economics, Wharton School, University of Pennsylvania (1979). Pernah menjadi Part-time Research Officer pada Central Bureau of Census and Statistics, Commonwealth of Australia, Canberra (1964); Teaching Fellow in Statistics, Monash University (1967-1968), Internal Auditor, Bank of America, Jakarta Branch (1969-1970) serta Wakil Direktur Workshop Purna Sarjana Ekonomi Pertanian, Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (1973-1975). Banyak menulis buku teks dalam bidang teori ekonomi, ekonomi moneter dan operations research serta menulis berbagai artikel di dalam dan luar negeri. Juga mengadakan penelitian terapan di bidang pengembangan ekspor kerajinan (Deperdag); Penyerapan tenaga kerja di sektor Industri (Bappenas); Kawasan Industri Cilacap (Bappenas) dan Kawasan Industri (Pemda DIY).   Catatan tahun 1995: Boediono lahir di Blitar 25 Februari 1943 adalah Direktur Bank Inonesia (sejak 24 April 1993), sebelumnya pernah menjabat Deputi Ketua Bidang Fiskal dan Moneter BAPPENAS (1988-1993); Ph.D bidang Business Economics, Wharton School, University of Pennsylvania (1979).

Dilema Pembangunan di Indonesia

Prof. DR. Moeljarto Tjokrowinoto, MPA PEMBANGUNAN, Dilema dan Tantangan Yogyakarta: Pustaka Pelajar, vi + 260 hal. Agustus 1996 Pengalaman yang

Perekonomian Indonesia 1995*

BAGAIMANA prospek perekonomian Indonesia tahun 1995? Bagi saya yang tidak mempunyai “bola kristal” ataupun kemampuan paranormal, satu-satunya cara untuk menjawab

Indonesia Dalam Proses Transisi

Pendidikan, Pasar Tenaga Kerja dan Pembangunan* Indonesia memasuki Pembangunan Duapuluh-lima tahun Tahap Kedua, dengan harapan akan mencapai laju pertumbuhan industri

Kelesuan Ekonomi dan Sektor Industri

Bagaimana pengaruh resesi terhadap sektor industri Indonesia? Menurut Boediono, pengaruh resesi itu justeru belum terasa pada saat resesi dunia mencapai