Prisma

Picture of Fachru Nofrian Bakarudin

Fachru Nofrian Bakarudin

dilahirkan di Jakarta, November 1977. Menyelesaikan S-1 di Departemen Filsafat Universitas Indonesia dan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta; S-2 di Université Paris 10 Nanterre; dan PhD di Maison des Sciences Economiques, Université Paris 1 Panthéon- Sorbonne. Disertasinya berjudul “Proses Pembangunan dan Industrialisasi di Indonesia dan Perbandingannya dengan Cina dan India Periode 1945-2013” meraih penghargaan best dissertation tahun 2013 dari AFIDES (Association Franco-Indonésien pour les Dévéloppement des Sciences). Ekonom Indonesia pertama yang bekerja di OECD, Paris, Perancis, untuk kawasan Asia itu juga pernah bekerja di Badan Supervisi Bank Indonesia. Pemakalah dan narasumber dalam berbagai konferensi dan seminar internasional: African Program for Rethinking Development Economics; International Initiatives for Promoting Political Economy; Energy Economics International Conference; Indonesian Conference on Economic Development, dan sebagainya. Menulis buku “Pendekatan Ekonomi Heterodox; Some Current Issues in Asia and Africa” serta artikel di jurnal internasional, antara lain, “Changement Politique Economique Institutionnel en Indonésie Période 1945-2013” (Marché et Organisation); “Industrialization and Profit Rate Analysis in In-donesia” (Review of Radical Political Economics, Q1 journal); “Does Trade Facilitation Really Matter for the Growth of MSMEs’ Export? The ASEAN Case” (Journal of Small Business and Entrepreneurship Development), dan sebagainya. Saat ini juga menjadi Redaktur Ekonomi Jurnal Prisma, serta pengajar di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Jakarta.

Keterbatasan Pasar

Tidak mudah mengupas koperasi saat ini, ketika kapitalisme menjadi satu-satunya agenda ekonomi di setiap negara. Namun, tidak mudah juga untuk

Urgensi Ekonomi Islam

Dewasa ini, ekonomi Islam yang sering disebut “ekonomi syariah” tampak kian berkembang di Indonesia. Tidak sulit untuk mengidentifikasi ekonomi yang

Ekonomi-Politik Indonesia Pasca-Korona

Tulisan ini membahas tentang dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan ekonomi dengan ekonomi-politik sebagai isu utama. Sebagaimana diketahui, dampak virus korona

Laut sebagai Sumber Kedaulatan Pangan

Kinerja ekonomi Indonesia dewasa ini mengalami perlambatan dibanding tahun-tahun sebelumnya disebabkan oleh faktor, antara lain, pelambatan ekonomi global, depresiasi rupiah

Kembali ke Zaman Kedaulatan Pangan?

Prediksi para ekonom klasik tentang penurunan produktivitas secara permanen di sektor pertanian ternyata tidak didukung fakta empiris karena sejumlah negara

Piketty Merambah Negeri Berkembang

Selama berpuluh tahun, pendekatan pertumbuhan ekonomi mendominasi penjelasan tentang berbagai peristiwa ekonomi. Tidak mengherankan jika pendekatan tersebut juga banyak “memengaruhi”

Ekonomi-Politik Situs Bersejarah

Dua tahun terakhir memperlihatkan penggunaan kata “budaya” kian meningkat, setidaknya dalam perumusan kebijakan ekonomi di Indonesia. Fenomena itu juga menunjukkan