Prisma

Picture of Prismajurnal

Prismajurnal

Diitulis dan disusun oleh redaksi Prisma

Dialog: Mempertahankan Swasembada Beras

Pengantar Sejak 1984 Indonesia mencapai swasembada beras. Tetapi sejak itu, tampaknya ada persoalan dalam mempertahankan predikat tersebut. Angka kenaikan produksi

PENGANTRA REDAKSI

KETIKA swasembada beras akan dicapai terdengar keluhan dari petani produsen padi, khususnya di Jawa, bahwa menanam padi semakin tidak menarik

Partisipasi

Kemampuan berpartisipasi menunjukkan bahwa kalau manusia berbuat bersama manusia lain, dia tetap memiliki nilai kepribadian perbuatannya sendiri, sekaligus mengambil bagian

PENGANTAR REDAKSI

PADA mulanya, kita yakin bahwa pembangunan bisa terselenggara dengan mengandalkan aparat birokrasi. Kini, baik karena tuntutan yang ada, keterbatasan sumber-sumber

PENGANTA RREDAKSI

EDISI kali ini menyajikan masalah retail business (perdagangan eceran) sebagai tema pokok. Bidang ini, seperti dikatakan Hidayat — Anggota Dewan

Generasi Muda dan Masa Depan

Pemuda, menurut salah seorang peserta diskusi angkatan muda Prisma, memiliki energi yang potensial. Hanya dia lantas menyayangkan, kenapa energi yang

Pembangunan dan Kesempatan Kerja*

Hanya dalam persentase kecil saja di antara para lulusan perguruan tinggi yang sudah mampu menciptakan lapangan kerja, karena selebihnya masih

PENGANTAR REDAKSI

SEPERTI yang kami janjikan, pada nomor ini Prisma mengetengahkan “Suara Angkatan Muda” sebagai tema edisi. Dan ini adalah kali yang

Banjir Bacaan Untung Siapa?

Pengantar BELASAN juta sudah buku bacaan untuk siswa sekolah dasar yang dibeli dengan mempergunakan dana Instruksi Presiden sejak tahun 1973.

Kebudayaan Pop Dulu dan Kini

Pengantar KEBUDAYAAN pop, atau kebudayaan seketika, karena mudahnya diterima dan dinikmati oleh banyak orang, sering dianggap kurang berbobot dibandingkan kebudayaan

PENGANTAR REDAKSI

“SELAMAT Idul Fitri, 1 Syawal 1407 H” untuk segenap kaum Muslim pembaca Prisma dan kawan-kawan kami para agen, penyalur majalah

PENGANTAR REDAKSI

AKHIRNYA tiba saatnya untuk memikirkan alih teknologi dengan memperkuat sendi-sendi hukumnya, walau kita percaya bahwa kendatipun perangkat hukum itu telah

PENGANTAR REDAKSI

DEBAT tentang strategi kebudayaan seakan-akan tak punya ujung. Atau, mungkin ia selalu akan ditangguhkan begitu diskusi jadi macet, dan mereka

PENGANTAR REDAKSI

LAJU pertumbuhan ekonomi Indonesia memang belum negatif, tetapi angka untuk itu kini berada di bawah target pertumbuhan Pelita III dan

PENGANTAR REDAKSI

MEMBENDUNG kenaikan biaya produksi, belakangan ini menjadi masalah memusingkan bagi setiap orang yang menyiapkan produk yang akan ditawarkan dalam pasar.

Pengantar Redaksi

ADA yang berubah pada Prisma bulan lalu. Dalam edisi November 1986 itu, Anda tidak lagi menemukan rubrik “Topik Kita”, muncul

Kritik dan Komentar

Kebijaksanaan Tuhan Saya ingin menanggapi Cak Nur dalam rubrik Dialog yang berbicara tentang agama dan perdamaian pada Prisma No. 9/1986.

Dialog: Perdamaian Dunia Tanpa Ketakutan Perang

Pengantar Perdamaian dunia makin terancam sebab negara-negara adikuasa berlomba-lomba memanfaatkan kepandaian ilmuwan bagi pengembangan industri persenjataan. Militerisasi ilmu pengetahuan, menurut

Kritik dan Komentar

Pupur BI Tipis Saja Saya amat tertarik dengan pernyataan Priasmoro Prawiroardjo dalam Dialog Prisma No. 6, Juli 1986 yang mengatakan,

Ralat

Dalam penerbitan Prisma No. 5 Th. 1986 pada halaman 95 “Para Penulis” terdapat kekeliruan biodata LEGO NIRWHONO NERIUS PANCRATIUS. Pada

Kritik dan Komentar

Kelemahan pada Oknum Pelaksana Membaca tulisan Hasan Poerbo yang berjudul “Mencari Pendekatan Pengelolaan Lingkungan Kota yang Lebih Efektif pada Prisma

Dialog: Sebuah Amanat Konstitusi

Pengantar Pembangunan pedesaan, kata Menteri Koperasi Bustanil Arifin, SH, tidak mungkin dipikulkan hanya pada koperasi. Masalah kesempatan kerja di luar

Kritik dan Komentar

Kolie Kontrak Tidak Sendiri Dalam rubrik “Buku”, Prisma No. 3, Maret 1986, pada tulisan berjudul “Hanya Menulis Begitu Saja” Saudara

Kritik dan Komentar

Tanggapan untuk Arief Budiman Arief Budiman menulis dua setengah halaman untuk sebuah catatan kaki dari tulisan saya, Sjahrir, (Prisma no.

Kritik dan Komentar

Komite Anti Korupsi (KAK) Dan Malam Tirakatan Sjahrir dalam tulisannya “Pengamanan Dana dan Daya Negara” (Prisma, No. 3, Maret 1986)

Kritik dan Komentar

Remaja, dan Bingung Setelah membaca artikel-artikel “Remaja Masa kini Penerus Siapa?”, dalam majalah Prisma no: 9 Th. 1985, berbagai kesimpulan

Dialog: Tiga Skenario Industrialisasi

Pengantar Pembangunan sektor industri sebagai bagian pembangunan nasional, kembali menjadi bahan pembicaraan di kalangan para ahli dan pejabat pemerintah, lebih-lebih

Kritik dan Komentar

Hilangkan Kerancuan dengan Kesiagaan Metodologis Membaca tulisan M. Amien Rais (Prisma Ekstra/84) maka saya ingin menyumbangkan gagasan yang mungkin ada

Pergerakan Rakyat: Corak dan Tujuan

Pengantar Perkembangan peranan negara di negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia, sekarang dan juga pada masa kolonial dulu, makin lama makin

Kritik dan Komentar

Pemungut Sampah Perlukah Digalakkan Secara global, makalah yang disajikan Hasan Poerbo, dan kawan-kawan (Pendekatan Pembinaan Sektoral Informal: Kasus tukang pungut

Dialog: Wanita dalam Suara Hati Wanita

Pengantar Persoalan wanita bagaikan tak pernah habis sebagai bahan pembahasan orang di mana-mana. Berbagai penelitian, konferensi dan diskusi tentang kehidupan

Dialog: Remaja di Mata Remaja

Pengantar Persoalan remaja cenderung disorot tajam oleh banyak kalangan. Apakah masalahnya begitu serius? Perkelahian antar remaja, penyalahgunaan narkotika, kebebasan seks,

Kritik dan Komentar

Kristen, Iran dan Islam di Indonesia Setelah membaca tulisan M. Amien Rais (Prisma No. Ekstra, 1984) saya ingin menyumbangkan gagasan

Pabean: Tugas Negara yang Dialihkan

Kemampuan SGS yang menggantikan peranan Bea dan Cukai dalam pemeriksaan barang cukup mengundang pertanyaan, apalagi tugas yang diemban aparat pemerintah

Kritik dan Komentar

Manusia Berkualitas, Manusia Pancasila Setelah membaca makalah-makalah mengenai “Kualitas Manusia” dalam majalah Prisma No. 9 Th. 1984, saya berkesimpulan bahwa

Kritik dan Komentar

Wahid Hasyim: Dimana Bakat Kepemimpinan dan Pendiriannya Tulisan Dr. Zamakhsyari Dhofier dalam rubrik “Tokoh” Prisma No. 8 Th.1984 yang berjudul

RALAT

Dalam artikel “Kwee Hing Tjiat: Nasionalis Tionghoa, Tokoh Asimilasi” yang ditulis Leo Suryadinata (Prisma No. 7/1984) terdapat beberapa kesalahan yang

Kritik dan Komentar

Islam dan Kerapuhan Umat Saudara Faisal Haq dalam menanggapi tulisan Dewi Fortuna Anwar (Kritik dan Komentar,” Prisma No. 8, 1984)

Data Statistik: Mitos Baru?

Pengantar Statistik tampaknya sudah menjadi bagian yang makin penting dari kehidupan masyarakat. Pembicaraan sehari-hari dan penulisan artikel tanpa dilengkapi data

Kritik dan Komentar

Kekurangan dan Ketidakteraturan Leo dalam Kwee Membaca tulisan Leo Suryadinata dalam Prisma No. 7. Th. 1984 tentang “Kwee Hing Tjiat:

Tentang Kualitas Manusia

Persoalan tentang manusia memang merupakan persoalan lama, tapi tak kunjung habis juga. Sebab setiap peringkat perjalanannya senantiasa menimbulkan problematika sendiri.

Kritik dan Komentar

APBN Perlukah Bertukar Wajah? Di tengah-tengah gemuruhnya pembangunan dewasa ini, yang sudah tiga Pelita kita lalui dan sedang memasuki Pelita

Negara: Gagasan dan Kenyataan

Pengantar Bentuk negara yang diinginkan bangsa Indonesia masih kabur ketika perjuangan kemerdekaan sedang gencar-gencarnya dilancarkan di masa pendudukan Belanda dan

Kritik dan Komentar

27 Desember 1949: Penyerahan atau Pengakuan Kedaulatan RI? Setiap kali sehabis membaca rubrik “Tokoh” di Prisma, kami seperti mendapatkan sesuatu

Dialog: Rupiah Tidak Lagi Diambangkan

Pengantar Gejolak ekonomi dunia belum lagi reda. Kebijaksanaan-kebijaksanaan baru yang diambil negara-negara maju berpengaruh kuat pada negara-negara berkembang, termasuk kebijaksanaan

Menata Banjir Manusia Masuk Kota

Pengantar Tanpa menyiapkan bendungan, arus manusia Indonesia, seperti halnya di banyak negara Dunia Ketiga, akan terkonsentrasi di kota-kota metropolitan. Desa

Kritik dan Komentar

Kelas Menengah di Jepang, Sebuah Ironi Menanggapi tulisan “Pergeseran dalam Golongan Menengah di Indonesia” oleh Loekman Soetrisno (Prisma No. 2

Penolakan Islam terhadap Marxisme

Ali Syari’ati, Kritik Islam atas Marxisme, alih bahasa Husin Anis al-Habsyi, penyunting Jalaluddin Rahmat MSc, (Bandung: Penerbit Mizan, 1983), 224

Kritik dan Komentar

Kyai Hasyim Asy’ari, Antara Tradisional dan Modern Setiap tulisan Dr. Zamakhsyari Dhofier muncul di majalah ini, saya selalu mengikuti secara

Kritik dan Komentar

“Topik Pak Menteri” Ismid Hadad, dalam Prisma Nov./Des. 1983, memberi alarm tentang suatu problematik pembangunan yang siap menanti kita di

Teknokrat: Kekuatan Baru

Pengantar Teknokrasi pernah hampir tampil di Indonesia dalam masa pemerintahan Syahrir, walaupun dalam bentuk yang masih samar. Kini, dalam masa

Kritik dan Komentar

Haruskah Konsepsi Rostow Mengurbankan Kultural ? Dengan mengamati dan meneliti secara seksama tulisan Mulya Lubis berjudul “Hak-hak Kultural dalam Proses

RALAT

Pada Laporan Khusus Prisma No. 12 tahun 1982 yang berjudul “Raksasa-raksasa Kretek Makin Melangit” terdapat beberapa kekeliruan. Pertama kekeliruan letak

RALAT

Dalam karangan Soeri Soeroto, “Sejarah Kerajinan di Indonesia” (Prisma no. 8/XII, Agustus 1983, hal. 20) terdapat kekeliruan memasang foto, yang

Kritik dan Komentar

Masih Banyak Kemungkinan buat Subchan dan Arief Saya sependapat dengan saudara Arief Mudatsir, penulis tokoh Subchan Z.E. yang dimuat di

Kritik dan Komentar

Merosotnya Peranan Pribumi Tulisan Onghokham mengenai sejarah Indonesia selalu menarik diikuti. Namun dalam tulisan tentang “Merosotnya Peranan Pribumi”, Prisma Nomor

Kritik dan Komentar

Dunia Bisnis : Mencari Akar Masalah Betapa rapuhnya struktur bisnis di negeri kita yang akibatnya pasar dalam negeri lekas jenuh.

Dialog: Pertahanan dan Ancaman

Pengantar Di tengah kemajuan teknologi persenjataan yang begitu spektakuler dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, nampaknya pilihan yang paling tepat bagi

Kritik dan Komentar

Ilmu-ilmu Sosial di Indonesia, Rasa Besar dalam Bungkus Kecil Paradigma Thomas Kuhn nampaknya sangat berpengaruh terhadap pikiran Arief Budiman (Dialog

Kritik dan Komentar

Penulisan Samin Belum Masuk “Saminisme” Rubrik Tokoh dalam Prisma (Agustus 1983) sebenarnya sangat menarik. Pengetengahan tokoh tradisional Samin Surantiko, bukan

Dialog: Menggali Konsep Lama

Pengantar Masalah pendidikan di Indonesia dewasa ini, nampaknya masih berputar-putar pada masalah lama, yakni proporsi besarnya kebutuhan masyarakat—terutama kelompok penduduk

Kritik dan Komentar

Ilmu-ilmu Sosial yang Semakin Laris Prisma No. 6 bulan Juni 1983 menurunkan suatu dialog keadaan ilmu-ilmu sosial di negeri kita,

Laporan Khusus: Bank Bersaing Total

Pengantar Persaingan antar bank dalam bisnis uang dan kepercayaan di Indonesia makin bertambah seru, setelah Bank Indonesia (BI) memberikan kebebasan

Dialog: Meniti Kesempatan Usaha

Pengantar Gambaran dunia usaha masyarakat kita masih kabur, kecuali data statistik yang menyajikan sederetan angka yang menunjukkan naik turunnya perkembangan

Kritik dan Komentar

Lembaga Swadaya, Apa Hasilnya ? Tulisan Ismid Hadad, “Menampilkan Potret Pembangunan Berwajah Swadaya Masyarakat”, Prisma No. 4, April 1983, telah

Kritik dan Komentar

Siapa Non-Pri ? Pribumi dan Non Pribumi ternyata hingga sekarang masih menjadi masalah aktual. Banyak yang membicarakannya di majalah terkemuka.

Dialog: Beban Sejarah Bangsa Jepang

Pengantar Kemajuan pesat perekonomian Jepang banyak dibicarakan orang di mana-mana, dan menimbulkan gairah untuk menggali sebanyak mungkin informasi tentang latar

Kritik dan Komentar

“Onghokham”, korupsi tingkat bawah Membaca tulisan mengenai “Tradisi dan Korupsi” oleh Onghokham pada Prisma nomor 2 edisi Pebruari 1983, kami

Kritik dan Komentar

Een Pseudo-Padjadjaransche Kroniek? Een pseudo-Padjadjaransche kroniek. Tambo Pajajaran yang palsu! Demikianlah bunyi salah sebuah kalimat tulisan Benedict R. Anderson yang

Dialog: Semua Punya Andil dalam Resesi

Pengantar Situasi suram yang melanda perekonomian dunia sekarang ini telah menimbulkan kemacetan global tatanan urat nadi perdagangan internasional. Terjadi saling

Kritik dan Komentar

Konsep Kerukunan Beragama, S.A.E. Nababan. Setelah membaca Prisma No. 1, edisi bulan Januari 1983, dalam rubrik Dialog yang memuat penilaian

Buku Korupsi di Hongkong

Rance P.L. Lee (ed.), Korupsi dan Pengendaliannya di Hong Kong, Situasi hingga Akhir Tujuh Puluhan, (Hong Kong: The Chinese University

Korupsi: Dulu dan Sekarang

Pengantar Sejak manusia mengenal kehidupan bermasyarakat lewat pengelompokan dalam berbagai bentuk organisasi mulai dari organisasi desa sampai kepada organisasi negara,

Kritik dan Komentar

Tan Malaka: Di Mana Tempatmu? Setelah membaca tulisan Bung Manuel Kaisiepo yang mengetengahkan Tan Malaka dan “Murba”nya di Prisma No.

Dialog: GBHN dalam Penilaian

Pengantar Salah satu pertimbangan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tentang penyusunan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), menyebutkan bahwa pokok-pokok

Kritik dan Komentar

Koreksi Penulisan Sejarah Tinjauan S.I. Poeradisastra atas Karya Leo Suryadinata “Peranakan Chinese Politics in Java” yang dimuat pada majalah Prisma