Prisma

Picture of Prismajurnal

Prismajurnal

Diitulis dan disusun oleh redaksi Prisma

Kritik dan Komentar

Merosotnya Peranan Pribumi Tulisan Onghokham mengenai sejarah Indonesia selalu menarik diikuti. Namun dalam tulisan tentang “Merosotnya Peranan Pribumi”, Prisma Nomor

Kritik dan Komentar

Dunia Bisnis : Mencari Akar Masalah Betapa rapuhnya struktur bisnis di negeri kita yang akibatnya pasar dalam negeri lekas jenuh.

Dialog: Pertahanan dan Ancaman

Pengantar Di tengah kemajuan teknologi persenjataan yang begitu spektakuler dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, nampaknya pilihan yang paling tepat bagi

Kritik dan Komentar

Ilmu-ilmu Sosial di Indonesia, Rasa Besar dalam Bungkus Kecil Paradigma Thomas Kuhn nampaknya sangat berpengaruh terhadap pikiran Arief Budiman (Dialog

Kritik dan Komentar

Penulisan Samin Belum Masuk “Saminisme” Rubrik Tokoh dalam Prisma (Agustus 1983) sebenarnya sangat menarik. Pengetengahan tokoh tradisional Samin Surantiko, bukan

Dialog: Menggali Konsep Lama

Pengantar Masalah pendidikan di Indonesia dewasa ini, nampaknya masih berputar-putar pada masalah lama, yakni proporsi besarnya kebutuhan masyarakat—terutama kelompok penduduk

Kritik dan Komentar

Ilmu-ilmu Sosial yang Semakin Laris Prisma No. 6 bulan Juni 1983 menurunkan suatu dialog keadaan ilmu-ilmu sosial di negeri kita,

Laporan Khusus: Bank Bersaing Total

Pengantar Persaingan antar bank dalam bisnis uang dan kepercayaan di Indonesia makin bertambah seru, setelah Bank Indonesia (BI) memberikan kebebasan

Dialog: Meniti Kesempatan Usaha

Pengantar Gambaran dunia usaha masyarakat kita masih kabur, kecuali data statistik yang menyajikan sederetan angka yang menunjukkan naik turunnya perkembangan

Kritik dan Komentar

Lembaga Swadaya, Apa Hasilnya ? Tulisan Ismid Hadad, “Menampilkan Potret Pembangunan Berwajah Swadaya Masyarakat”, Prisma No. 4, April 1983, telah

Kritik dan Komentar

Siapa Non-Pri ? Pribumi dan Non Pribumi ternyata hingga sekarang masih menjadi masalah aktual. Banyak yang membicarakannya di majalah terkemuka.

Dialog: Beban Sejarah Bangsa Jepang

Pengantar Kemajuan pesat perekonomian Jepang banyak dibicarakan orang di mana-mana, dan menimbulkan gairah untuk menggali sebanyak mungkin informasi tentang latar

Kritik dan Komentar

“Onghokham”, korupsi tingkat bawah Membaca tulisan mengenai “Tradisi dan Korupsi” oleh Onghokham pada Prisma nomor 2 edisi Pebruari 1983, kami

Kritik dan Komentar

Een Pseudo-Padjadjaransche Kroniek? Een pseudo-Padjadjaransche kroniek. Tambo Pajajaran yang palsu! Demikianlah bunyi salah sebuah kalimat tulisan Benedict R. Anderson yang

Dialog: Semua Punya Andil dalam Resesi

Pengantar Situasi suram yang melanda perekonomian dunia sekarang ini telah menimbulkan kemacetan global tatanan urat nadi perdagangan internasional. Terjadi saling

Kritik dan Komentar

Konsep Kerukunan Beragama, S.A.E. Nababan. Setelah membaca Prisma No. 1, edisi bulan Januari 1983, dalam rubrik Dialog yang memuat penilaian

Buku Korupsi di Hongkong

Rance P.L. Lee (ed.), Korupsi dan Pengendaliannya di Hong Kong, Situasi hingga Akhir Tujuh Puluhan, (Hong Kong: The Chinese University

Korupsi: Dulu dan Sekarang

Pengantar Sejak manusia mengenal kehidupan bermasyarakat lewat pengelompokan dalam berbagai bentuk organisasi mulai dari organisasi desa sampai kepada organisasi negara,

Kritik dan Komentar

Tan Malaka: Di Mana Tempatmu? Setelah membaca tulisan Bung Manuel Kaisiepo yang mengetengahkan Tan Malaka dan “Murba”nya di Prisma No.

Dialog: GBHN dalam Penilaian

Pengantar Salah satu pertimbangan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tentang penyusunan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), menyebutkan bahwa pokok-pokok

Kritik dan Komentar

Koreksi Penulisan Sejarah Tinjauan S.I. Poeradisastra atas Karya Leo Suryadinata “Peranakan Chinese Politics in Java” yang dimuat pada majalah Prisma

Kritik dan Komentar

Langkah Konstruktif Sidney R. Jones tidak Konstruktif Analisa tradisional dari Sidney R. Jones tentang tiga bilahan Islam di Indonesia yaitu

Dialog: Terbentur Indikator Sosial

Pengantar Keterbatasan sumber daya alam telah menimbulkan pemikiran ke arah diversifikasi penggunaan sumber daya lain, terutama untuk sumber daya yang

Strategi Pangan Perlu Berubah Arah

Pengantar Kebijaksanaan pangan sekarang ditujukan pada upaya peningkatan produksi beras dan peningkatan pendapatan petani. Dalam mekanisme masih dipertahankan penetapan sistem

Kritik dan Komentar

Hersri dan Joebaar tak kenal Sejarah? Dari sekian kali Prisma menampilkan rubrik tokoh, Hersri S sudah menulis dua kali. Untuk

Kritik dan Komentar

Interest Sosial untuk Menanggulangi Kejahatan Prisma no. 5 bulan Mei 1982 sungguh merupakan topik yang perlu mendapatkan perhatian warga masyarakat

Kritik dan Komentar

Sejarah yang Lebih Manusiawi Sekarang ini pelajaran sejarah di sekolah menengah sangat memprihatinkan. Sebenarnya banyak faktor yang menjadi penyebab, tetapi

Kritik dan Komentar

Mari Kita Kaji, Siapa Non Pri Berkenaan dengan Pandangan Hidup Indonesia, yang dikemukakan Saudara Sindhunata, Ketua Umum Badan Komunikasi Penghayatan

Dialog: Corak Kepemimpinan Kita

Pengantar Tidak dapat dibayangkan ada suatu masyarakat tanpa pemimpin. Ia selalu ada dalam setiap bentuk pengelompokan sosial manusia, baik pada

Kritik dan Komentar

Wahid Dihinggapi Kuman . . .? Prisma bulan Maret memang sungguh menarik. Tidak hanya karena “boss” saya diwawancarai, melainkan karena

Dialog: Moral dalam Kejahatan

Pengantar Muksin Tamnge lahir 25 Desember 1938 di Tual, Kei, Maluku Tenggara, menjalani masa kecilnya sebagai bocah nakal. Ayahnya, seorang

Kritik dan Komentar

Betapa Kerdilnya “Saya” Setelah berulangkali saya tekuni artikel-demi artikel yang termuat dalam Prisma No. 1/Januari 1982, kemudian pengertiannya saya pergunakan

Kebudayaan dan Pembauran

Pengantar Dick Hartoko, rohaniawan dan budayawan, berpendapat bahwa dalam berpikir mengenai suatu strategi kebudayaan, hendaknya kita berhati-hati. Yang hendak dikendalikan

Kritik dan Komentar

Semoga Ini Bukan Prestasi Membaca keseluruhan isi Prisma No. 12, 1981 tentang partai politik, saya lantas punya kesan, bukan cuma

Masalah Sekarang untuk Masa Depan

Pengantar Memperhitungkan masa depan adalah suatu keperluan. Menduga hari esok dilakukan dengan mempelajari perkembangan dan kenyataan pada masa sekarang. Dr.

Kritik dan Komentar

Kenapa Ogah Pada “INDO”? Bermukabalah perihal perbenturan nilai-nilai di latar kebudayaan kita, memang senantiasa menarik hati. Dari dirinya mencuat keinginan

Kritik dan Komentar

Undang-undang yang jadi “Biang Keladi” Secara kuantitatif, yang ditulis Daniel Dhakidae (“Pemilihan Umum di Indonesia: Saksi Pasang Naik dan Surut

Potret Diri

Sejak tahun 1930-an Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawannya telah berdebat lewat “Polemik Kebudayaan” yang terkenal itu tentang “nilai-nilai lama” dan

Kritik dan Komentar

Buat Ms Baron dan M. Farid Saya tidak tahu apakah saya dianggap menulis artikel lengkap ataukah saudara Baron dan Farid

Kritik dan Komentar

Antara Mitos dan Realitas Konon mitos tentang superioritas dan dominasi ekonomi non-pribumi telah dipatahkan dan sasaran kambing hitam telah dipulihkan.

Penyelenggaraan Pemilihan Umum

Pemilihan umum disebut sebagai sarana demokrasi. Namun, akhirnya, orang berpendapat bahwa penyelenggaraan pemilihan umum belumlah menjamin secara mutlak untuk berjalannya

Kritik dan Komentar

Soal Ivan Illich Ivan Illich “menjadi mode untuk dikutip-kutip”, tulis Manuel Kaisiepo (“Topik Kita”, Prisma 2/1981) hanya berarti bahwa gagasan-gagasan

Melacak Jejak Revolusi Nasional

Usaha merebut kemerdekaan beberapa tahun yang silam, kini cenderung diperingati dengan mengembalikan kenangan orang pada situasi perang dan gerilya. Setelah

Emansipasi Dilarang

Vrouwen van Indonesié Strijd om het Bestaan, Vrouwengroup Komitee Indonesié, Amsterdam 1980, 94 halaman, termasuk catatan. Judulnya memang merangsang, Vrouwen

Peranan Apa untuk Wanita?

Sejak dahulu kebebasan gerak yang dimiliki wanita tak pernah sama dengan yang dipunyai laki-laki. Dalam pandangan yang sangat tua malah

Di Belakang Keresahan Kaum Buruh

Sudah terlalu sering kita mendengar seruan agar buruh jangan hanya dipandang sebagai faktor produksi dan agar hubungan perburuhan hendaknya memperlihatkan

Persoalan Pendidikan Kita

Berbicara tentang dunia pendidikan di negeri kita, adalah berbicara tentang masalah yang menyangkut banyak aspek, baik keterbatasan dana yang tersedia,

Hukum: Sebesar Apa Masalahnya?

Disadari atau tidak, hukum menjalin hampir setiap aspek kehidupan masyarakat. Karena itu pula, berbicara mengenai perkembangan hukum dan usaha menegakkan

PENGANTAR REDAKSI

DALAM perspektif sejarah Indonesia modern, nasionalisme semula dipahami sebagai manifestasi patriotisme radikal melawan kolonialisme dan imperialisme. Bung Karno dan para

Dimensi Non-Ekonomi dalam Pembangunan

PEMBANGUNAN Nasional yang sedang berjalan dewasa ini seringkali lebih didasarkan pada perhitungan-perhitungan kuantitatif dan asumsi-asumsi ekonomi yang rasional. Sehingga timbul

PENGANTAR REDAKSI

PEMBANGUNAN Berkelanjutan (Sustainable Development) adalah konsep kunci yang diangkat dari laporan Komisi Dunia mengenai Lingkungan dan Pembangunan (World Commission on

PENGANTAR REDAKSI

CUKUP banyak ungkapan keprihatinan dari relasi-relasi – baik melalui surat, telefon maupun tatap muka langsung – yang mempertanyakan nasib Prisma

Arus Balik Reformasi TNI

Perluasan tugas-tugas pokok TNI dalam operasi militer selain perang dan penempatan prajurit aktif di berbagai posisi pemerintahan, telah menimbulkan kekhawatiran

Berjuang bagi Empati dan Hak

Menyandang disabilitas sensorik mata sejak lahir di Kota Indramayu, 31 Agustus 2002, dengan saudara kembar, Berliani Fauziyyah kini sedang menyelesaikan

Refleksi 25 Tahun Reformasi

Selama dua setengah dekade pasca- Reformasi 1998, Indonesia telah mengalami berbagai perubahan penting, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, maupun

Pasca-Kebenaran, Citra, dan Tipu Daya

Ketika istilah “post-truth” (pasca-kebenaran) dinobatkan Oxford Dictionaries sebagai word of the year 2016 karena lonjakan drastis penggunaannya hingga 200 kali

Pasca-Kebenaran, Citra, dan Tipu Daya

Ketika istilah “post-truth” (pasca-kebenaran) dinobatkan Oxford Dictionaries sebagai word of the year 2016 karena lonjakan drastis penggunaannya hingga 200 kali