Prisma

Picture of Prismajurnal

Prismajurnal

Diitulis dan disusun oleh redaksi Prisma

Kritik dan Komentar

Remaja, dan Bingung Setelah membaca artikel-artikel “Remaja Masa kini Penerus Siapa?”, dalam majalah Prisma no: 9 Th. 1985, berbagai kesimpulan

Dialog: Tiga Skenario Industrialisasi

Pengantar Pembangunan sektor industri sebagai bagian pembangunan nasional, kembali menjadi bahan pembicaraan di kalangan para ahli dan pejabat pemerintah, lebih-lebih

Kritik dan Komentar

Hilangkan Kerancuan dengan Kesiagaan Metodologis Membaca tulisan M. Amien Rais (Prisma Ekstra/84) maka saya ingin menyumbangkan gagasan yang mungkin ada

Pergerakan Rakyat: Corak dan Tujuan

Pengantar Perkembangan peranan negara di negara-negara sedang berkembang, termasuk Indonesia, sekarang dan juga pada masa kolonial dulu, makin lama makin

Kritik dan Komentar

Pemungut Sampah Perlukah Digalakkan Secara global, makalah yang disajikan Hasan Poerbo, dan kawan-kawan (Pendekatan Pembinaan Sektoral Informal: Kasus tukang pungut

Dialog: Wanita dalam Suara Hati Wanita

Pengantar Persoalan wanita bagaikan tak pernah habis sebagai bahan pembahasan orang di mana-mana. Berbagai penelitian, konferensi dan diskusi tentang kehidupan

Dialog: Remaja di Mata Remaja

Pengantar Persoalan remaja cenderung disorot tajam oleh banyak kalangan. Apakah masalahnya begitu serius? Perkelahian antar remaja, penyalahgunaan narkotika, kebebasan seks,

Kritik dan Komentar

Kristen, Iran dan Islam di Indonesia Setelah membaca tulisan M. Amien Rais (Prisma No. Ekstra, 1984) saya ingin menyumbangkan gagasan

Pabean: Tugas Negara yang Dialihkan

Kemampuan SGS yang menggantikan peranan Bea dan Cukai dalam pemeriksaan barang cukup mengundang pertanyaan, apalagi tugas yang diemban aparat pemerintah

Kritik dan Komentar

Manusia Berkualitas, Manusia Pancasila Setelah membaca makalah-makalah mengenai “Kualitas Manusia” dalam majalah Prisma No. 9 Th. 1984, saya berkesimpulan bahwa

Kritik dan Komentar

Wahid Hasyim: Dimana Bakat Kepemimpinan dan Pendiriannya Tulisan Dr. Zamakhsyari Dhofier dalam rubrik “Tokoh” Prisma No. 8 Th.1984 yang berjudul

RALAT

Dalam artikel “Kwee Hing Tjiat: Nasionalis Tionghoa, Tokoh Asimilasi” yang ditulis Leo Suryadinata (Prisma No. 7/1984) terdapat beberapa kesalahan yang

Kritik dan Komentar

Islam dan Kerapuhan Umat Saudara Faisal Haq dalam menanggapi tulisan Dewi Fortuna Anwar (Kritik dan Komentar,” Prisma No. 8, 1984)

Data Statistik: Mitos Baru?

Pengantar Statistik tampaknya sudah menjadi bagian yang makin penting dari kehidupan masyarakat. Pembicaraan sehari-hari dan penulisan artikel tanpa dilengkapi data

Kritik dan Komentar

Kekurangan dan Ketidakteraturan Leo dalam Kwee Membaca tulisan Leo Suryadinata dalam Prisma No. 7. Th. 1984 tentang “Kwee Hing Tjiat:

Tentang Kualitas Manusia

Persoalan tentang manusia memang merupakan persoalan lama, tapi tak kunjung habis juga. Sebab setiap peringkat perjalanannya senantiasa menimbulkan problematika sendiri.

Kritik dan Komentar

APBN Perlukah Bertukar Wajah? Di tengah-tengah gemuruhnya pembangunan dewasa ini, yang sudah tiga Pelita kita lalui dan sedang memasuki Pelita

Negara: Gagasan dan Kenyataan

Pengantar Bentuk negara yang diinginkan bangsa Indonesia masih kabur ketika perjuangan kemerdekaan sedang gencar-gencarnya dilancarkan di masa pendudukan Belanda dan

Kritik dan Komentar

27 Desember 1949: Penyerahan atau Pengakuan Kedaulatan RI? Setiap kali sehabis membaca rubrik “Tokoh” di Prisma, kami seperti mendapatkan sesuatu

Dialog: Rupiah Tidak Lagi Diambangkan

Pengantar Gejolak ekonomi dunia belum lagi reda. Kebijaksanaan-kebijaksanaan baru yang diambil negara-negara maju berpengaruh kuat pada negara-negara berkembang, termasuk kebijaksanaan

Menata Banjir Manusia Masuk Kota

Pengantar Tanpa menyiapkan bendungan, arus manusia Indonesia, seperti halnya di banyak negara Dunia Ketiga, akan terkonsentrasi di kota-kota metropolitan. Desa

Kritik dan Komentar

Kelas Menengah di Jepang, Sebuah Ironi Menanggapi tulisan “Pergeseran dalam Golongan Menengah di Indonesia” oleh Loekman Soetrisno (Prisma No. 2

Penolakan Islam terhadap Marxisme

Ali Syari’ati, Kritik Islam atas Marxisme, alih bahasa Husin Anis al-Habsyi, penyunting Jalaluddin Rahmat MSc, (Bandung: Penerbit Mizan, 1983), 224

Kritik dan Komentar

Kyai Hasyim Asy’ari, Antara Tradisional dan Modern Setiap tulisan Dr. Zamakhsyari Dhofier muncul di majalah ini, saya selalu mengikuti secara

Kritik dan Komentar

“Topik Pak Menteri” Ismid Hadad, dalam Prisma Nov./Des. 1983, memberi alarm tentang suatu problematik pembangunan yang siap menanti kita di

Teknokrat: Kekuatan Baru

Pengantar Teknokrasi pernah hampir tampil di Indonesia dalam masa pemerintahan Syahrir, walaupun dalam bentuk yang masih samar. Kini, dalam masa

Kritik dan Komentar

Haruskah Konsepsi Rostow Mengurbankan Kultural ? Dengan mengamati dan meneliti secara seksama tulisan Mulya Lubis berjudul “Hak-hak Kultural dalam Proses

RALAT

Pada Laporan Khusus Prisma No. 12 tahun 1982 yang berjudul “Raksasa-raksasa Kretek Makin Melangit” terdapat beberapa kekeliruan. Pertama kekeliruan letak

RALAT

Dalam karangan Soeri Soeroto, “Sejarah Kerajinan di Indonesia” (Prisma no. 8/XII, Agustus 1983, hal. 20) terdapat kekeliruan memasang foto, yang

Kritik dan Komentar

Masih Banyak Kemungkinan buat Subchan dan Arief Saya sependapat dengan saudara Arief Mudatsir, penulis tokoh Subchan Z.E. yang dimuat di

Kritik dan Komentar

Merosotnya Peranan Pribumi Tulisan Onghokham mengenai sejarah Indonesia selalu menarik diikuti. Namun dalam tulisan tentang “Merosotnya Peranan Pribumi”, Prisma Nomor

Kritik dan Komentar

Dunia Bisnis : Mencari Akar Masalah Betapa rapuhnya struktur bisnis di negeri kita yang akibatnya pasar dalam negeri lekas jenuh.

Dialog: Pertahanan dan Ancaman

Pengantar Di tengah kemajuan teknologi persenjataan yang begitu spektakuler dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, nampaknya pilihan yang paling tepat bagi

Kritik dan Komentar

Ilmu-ilmu Sosial di Indonesia, Rasa Besar dalam Bungkus Kecil Paradigma Thomas Kuhn nampaknya sangat berpengaruh terhadap pikiran Arief Budiman (Dialog

Kritik dan Komentar

Penulisan Samin Belum Masuk “Saminisme” Rubrik Tokoh dalam Prisma (Agustus 1983) sebenarnya sangat menarik. Pengetengahan tokoh tradisional Samin Surantiko, bukan

Dialog: Menggali Konsep Lama

Pengantar Masalah pendidikan di Indonesia dewasa ini, nampaknya masih berputar-putar pada masalah lama, yakni proporsi besarnya kebutuhan masyarakat—terutama kelompok penduduk

Kritik dan Komentar

Ilmu-ilmu Sosial yang Semakin Laris Prisma No. 6 bulan Juni 1983 menurunkan suatu dialog keadaan ilmu-ilmu sosial di negeri kita,

Laporan Khusus: Bank Bersaing Total

Pengantar Persaingan antar bank dalam bisnis uang dan kepercayaan di Indonesia makin bertambah seru, setelah Bank Indonesia (BI) memberikan kebebasan

Dialog: Meniti Kesempatan Usaha

Pengantar Gambaran dunia usaha masyarakat kita masih kabur, kecuali data statistik yang menyajikan sederetan angka yang menunjukkan naik turunnya perkembangan

Kritik dan Komentar

Lembaga Swadaya, Apa Hasilnya ? Tulisan Ismid Hadad, “Menampilkan Potret Pembangunan Berwajah Swadaya Masyarakat”, Prisma No. 4, April 1983, telah

Kritik dan Komentar

Siapa Non-Pri ? Pribumi dan Non Pribumi ternyata hingga sekarang masih menjadi masalah aktual. Banyak yang membicarakannya di majalah terkemuka.

Dialog: Beban Sejarah Bangsa Jepang

Pengantar Kemajuan pesat perekonomian Jepang banyak dibicarakan orang di mana-mana, dan menimbulkan gairah untuk menggali sebanyak mungkin informasi tentang latar

Kritik dan Komentar

“Onghokham”, korupsi tingkat bawah Membaca tulisan mengenai “Tradisi dan Korupsi” oleh Onghokham pada Prisma nomor 2 edisi Pebruari 1983, kami

Kritik dan Komentar

Een Pseudo-Padjadjaransche Kroniek? Een pseudo-Padjadjaransche kroniek. Tambo Pajajaran yang palsu! Demikianlah bunyi salah sebuah kalimat tulisan Benedict R. Anderson yang

Dialog: Semua Punya Andil dalam Resesi

Pengantar Situasi suram yang melanda perekonomian dunia sekarang ini telah menimbulkan kemacetan global tatanan urat nadi perdagangan internasional. Terjadi saling

Kritik dan Komentar

Konsep Kerukunan Beragama, S.A.E. Nababan. Setelah membaca Prisma No. 1, edisi bulan Januari 1983, dalam rubrik Dialog yang memuat penilaian

Buku Korupsi di Hongkong

Rance P.L. Lee (ed.), Korupsi dan Pengendaliannya di Hong Kong, Situasi hingga Akhir Tujuh Puluhan, (Hong Kong: The Chinese University

Korupsi: Dulu dan Sekarang

Pengantar Sejak manusia mengenal kehidupan bermasyarakat lewat pengelompokan dalam berbagai bentuk organisasi mulai dari organisasi desa sampai kepada organisasi negara,

Kritik dan Komentar

Tan Malaka: Di Mana Tempatmu? Setelah membaca tulisan Bung Manuel Kaisiepo yang mengetengahkan Tan Malaka dan “Murba”nya di Prisma No.

Dialog: GBHN dalam Penilaian

Pengantar Salah satu pertimbangan dalam Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tentang penyusunan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), menyebutkan bahwa pokok-pokok

Kritik dan Komentar

Koreksi Penulisan Sejarah Tinjauan S.I. Poeradisastra atas Karya Leo Suryadinata “Peranakan Chinese Politics in Java” yang dimuat pada majalah Prisma

Kritik dan Komentar

Langkah Konstruktif Sidney R. Jones tidak Konstruktif Analisa tradisional dari Sidney R. Jones tentang tiga bilahan Islam di Indonesia yaitu

Dialog: Terbentur Indikator Sosial

Pengantar Keterbatasan sumber daya alam telah menimbulkan pemikiran ke arah diversifikasi penggunaan sumber daya lain, terutama untuk sumber daya yang

Strategi Pangan Perlu Berubah Arah

Pengantar Kebijaksanaan pangan sekarang ditujukan pada upaya peningkatan produksi beras dan peningkatan pendapatan petani. Dalam mekanisme masih dipertahankan penetapan sistem

Kritik dan Komentar

Hersri dan Joebaar tak kenal Sejarah? Dari sekian kali Prisma menampilkan rubrik tokoh, Hersri S sudah menulis dua kali. Untuk

Kritik dan Komentar

Interest Sosial untuk Menanggulangi Kejahatan Prisma no. 5 bulan Mei 1982 sungguh merupakan topik yang perlu mendapatkan perhatian warga masyarakat

Kritik dan Komentar

Sejarah yang Lebih Manusiawi Sekarang ini pelajaran sejarah di sekolah menengah sangat memprihatinkan. Sebenarnya banyak faktor yang menjadi penyebab, tetapi

Kritik dan Komentar

Mari Kita Kaji, Siapa Non Pri Berkenaan dengan Pandangan Hidup Indonesia, yang dikemukakan Saudara Sindhunata, Ketua Umum Badan Komunikasi Penghayatan

Dialog: Corak Kepemimpinan Kita

Pengantar Tidak dapat dibayangkan ada suatu masyarakat tanpa pemimpin. Ia selalu ada dalam setiap bentuk pengelompokan sosial manusia, baik pada

Kritik dan Komentar

Wahid Dihinggapi Kuman . . .? Prisma bulan Maret memang sungguh menarik. Tidak hanya karena “boss” saya diwawancarai, melainkan karena

Dialog: Moral dalam Kejahatan

Pengantar Muksin Tamnge lahir 25 Desember 1938 di Tual, Kei, Maluku Tenggara, menjalani masa kecilnya sebagai bocah nakal. Ayahnya, seorang

Kritik dan Komentar

Betapa Kerdilnya “Saya” Setelah berulangkali saya tekuni artikel-demi artikel yang termuat dalam Prisma No. 1/Januari 1982, kemudian pengertiannya saya pergunakan

Kebudayaan dan Pembauran

Pengantar Dick Hartoko, rohaniawan dan budayawan, berpendapat bahwa dalam berpikir mengenai suatu strategi kebudayaan, hendaknya kita berhati-hati. Yang hendak dikendalikan

Kritik dan Komentar

Semoga Ini Bukan Prestasi Membaca keseluruhan isi Prisma No. 12, 1981 tentang partai politik, saya lantas punya kesan, bukan cuma

Masalah Sekarang untuk Masa Depan

Pengantar Memperhitungkan masa depan adalah suatu keperluan. Menduga hari esok dilakukan dengan mempelajari perkembangan dan kenyataan pada masa sekarang. Dr.

Kritik dan Komentar

Kenapa Ogah Pada “INDO”? Bermukabalah perihal perbenturan nilai-nilai di latar kebudayaan kita, memang senantiasa menarik hati. Dari dirinya mencuat keinginan

Kritik dan Komentar

Undang-undang yang jadi “Biang Keladi” Secara kuantitatif, yang ditulis Daniel Dhakidae (“Pemilihan Umum di Indonesia: Saksi Pasang Naik dan Surut

Potret Diri

Sejak tahun 1930-an Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawannya telah berdebat lewat “Polemik Kebudayaan” yang terkenal itu tentang “nilai-nilai lama” dan

Kritik dan Komentar

Buat Ms Baron dan M. Farid Saya tidak tahu apakah saya dianggap menulis artikel lengkap ataukah saudara Baron dan Farid

Kritik dan Komentar

Antara Mitos dan Realitas Konon mitos tentang superioritas dan dominasi ekonomi non-pribumi telah dipatahkan dan sasaran kambing hitam telah dipulihkan.

Penyelenggaraan Pemilihan Umum

Pemilihan umum disebut sebagai sarana demokrasi. Namun, akhirnya, orang berpendapat bahwa penyelenggaraan pemilihan umum belumlah menjamin secara mutlak untuk berjalannya

Kritik dan Komentar

Soal Ivan Illich Ivan Illich “menjadi mode untuk dikutip-kutip”, tulis Manuel Kaisiepo (“Topik Kita”, Prisma 2/1981) hanya berarti bahwa gagasan-gagasan

Melacak Jejak Revolusi Nasional

Usaha merebut kemerdekaan beberapa tahun yang silam, kini cenderung diperingati dengan mengembalikan kenangan orang pada situasi perang dan gerilya. Setelah

Emansipasi Dilarang

Vrouwen van Indonesié Strijd om het Bestaan, Vrouwengroup Komitee Indonesié, Amsterdam 1980, 94 halaman, termasuk catatan. Judulnya memang merangsang, Vrouwen

Peranan Apa untuk Wanita?

Sejak dahulu kebebasan gerak yang dimiliki wanita tak pernah sama dengan yang dipunyai laki-laki. Dalam pandangan yang sangat tua malah

Di Belakang Keresahan Kaum Buruh

Sudah terlalu sering kita mendengar seruan agar buruh jangan hanya dipandang sebagai faktor produksi dan agar hubungan perburuhan hendaknya memperlihatkan

Persoalan Pendidikan Kita

Berbicara tentang dunia pendidikan di negeri kita, adalah berbicara tentang masalah yang menyangkut banyak aspek, baik keterbatasan dana yang tersedia,

Hukum: Sebesar Apa Masalahnya?

Disadari atau tidak, hukum menjalin hampir setiap aspek kehidupan masyarakat. Karena itu pula, berbicara mengenai perkembangan hukum dan usaha menegakkan